in

Militer Israel Terkejut Lihat Perang Rusia di Ukraina

Helikopter Rusia membombardir bandara dekat Kiev, Ukraina. Foto/newsnpr.org
Helikopter Rusia membombardir bandara dekat Kiev, Ukraina. Foto/newsnpr.org

Sebulan setelah invasi Rusia yang menghancurkan ke Ukraina , militer Israel terkejut dengan apa yang mereka lihat.

Membandingkannya dengan “perang di masa lalu”, seorang perwira militer senior Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa sementara Rusia telah mengerahkan sejumlah besar pasukan ke negara tetangganya dan sejumlah besar platform militer, mereka belum menggunakan persenjataan canggihnya.

NATO mengeklaim antara 7.000 hingga 15.000 tentara Rusia tewas di Ukraina. Namun, versi militer Moskow jumlah tentaranya yang tewas dalam perang sebanyak 1.351 personel dan mengeklaim 14.000 tentara Ukraina tewas.

Ukraina sebelumnya mengeklaim telah menghancurkan setidaknya 49 jet tempur, 81 helikopter, 335 tank, 1.105 kendaraan lapis baja, 123 sistem artileri dan banyak peralatan tempur Rusia lainnya.

Meskipun menghabiskan jutaan dolar untuk militernya, pasukan Rusia telah menggunakan sejumlah besar tembakan tidak langsung dan bom bodoh serupa yang digunakan pada abad ke-20—yang ditembakkan dari peluncur yang dipasang di truk—alih-alih menggunakan rudal presisi terhadap sasaran di Ukraina.

Sebagian karena cuaca buruk dan visibilitas yang buruk, pesawat dan helikopter Rusia harus terbang rendah ke tanah untuk menjatuhkan amunisi mereka, menempatkan mereka pada risiko terkena sistem anti-pesawat atau bahkan rudal anti-tank berpemandu (ATGM) yang digunakan secara massal oleh tentara Kyiv.

Sebulan memasuki konflik, IDF terkejut bahwa udara di atas Ukraina masih diperebutkan.

Empat pesawat perang Rusia, termasuk dua membawa hulu ledak nuklir, memasuki ruang udara Uni Eropa, awal bulan ini saat Moskow sibuk menginvasi Ukraina. Foto/Swedish Air Force

Saat Bombardir Ukraina, Rusia Kirim Pesawat Pembawa Bom Nuklir ke Langit Uni Eropa

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa meminta para Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyerang prajuritnya harus bertanggung jawab.Foto/SINDOnews

Mahfud Md Akhirnya Respons Panglima Andika Izinkan Keturunan PKI Masuk TNI