in

Komandan Militer Rusia Disebut Memilih Selamatkan Peralatan Tempur Ketimbang Tentara yang Terluka

Ilustrasi tentara Rusia di Ukraina. Komandan militer Rusia disebut lebih memilih menyelamatkan peralatan tempur ketimbang tentaranya. (Sumber: AP Photo)

 Komandan militer Rusia dilaporkan lebih memilih untuk menyelamatkan peralatan tempur ketimbang menyelamatkan tentaranya yang terluka.

Mereka dituduh menolak  mengambil risiko untuk mengevakuasi tentara mereka yang terluka.

Hal itu berdasarkan penilaian dari pernyerangan Rusia ke Ukraina yang dilakukan Institut Studi Peperangan (ISW), Sabtu (28/5/2022).

ISW dalam laporannya mencatat adanya pengikisan profesionalisme militer dalam kepemimpinan pasukan Rusia.

“Direktorat Intelijen Militer Ukraina (GUR) melaporkan komandan Rusia berusaha melestarikan peralatan militer dengan melarang pengemudi mengevakuasi prajurit yang terluka atau memberikan pasokan ke unit yang telah maju terlalu jauh,” bunyi analisis ISW dikutip dari Newsweek.

“Mereka menolak mengambil risiko peralatan untuk mengevakuasi personel yang terluka di medan perang, selain dalam keadaan luar biasa, merupakan pelanggaran luar biasa terhadap prinsip-prinsip inti profesionalisme militer,” tambahnya.

Menurut ISW, perilaku seperti itu akan memberikan dampak serius terhadap moral dan kemauan tentara untuk berperang, serta berisiko terluka di luar garis pertahanan mereka sendiri.

Meski ISW menegaskan tak bisa memverifikasi secara independen laporan yang mereka dapat, mereka mencatat bahwa komentar oleh mmilblogger Rusia menawarkan beberapa dukungan tak langsung untuk informasi itu.

“Milblogger Rusia Alexander Zhychkovskiy mengkritik pengabaian komando militer Rusia terhadap pasukan cadangan di front Oblast Zaporizhia yang diprioritaskan,” tutur laporan ISW.

“Zhychkovskiy melaporkan bahwa komandan Rusia menjebak unit infanteri yang diperlengkapi dengan ringan di area tembakan artileri Ukraina yang intens tanpa dukungan artileri signifikan dan tak memutar unit lain melalui area tersebut untuk membebaskan mereka,” tambahnya.

Menurut ISW, Zhychkosvskiy mencatat bahwa komandan Rusia bertanggung jawab atas kehilangan yang besar dan kasus kegilaan di antara tentara.

Sedangkan menurut mereka, milblogger Rusia lainnya, Alexander Khodarkovsky mengatakan komandan Rusia tak mengirim bala bantuan dalam waktu yang tepat.

Menurut Khodarkovsky hal itu mencegah pasukan Rusia beristirahat di antara serangan darat.

Sumber kompas tv

Komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) Letnan Jenderal TNI (Mar) Suhartono saat membuka Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan Komcad TA 2022, di Kodikmar, Surabaya, Jawa Timur, Senin (30/5) (ANTARA/HO-Penerangan Kodiklatal)

487 Anggota Komcad TNI AL Mulai Jalani Latihan Dasar Militer

Terkenal Kejam dan Bengis, Jasad Lerinus Murib Dibakar Anggota Teroris KKB